Safar Pertama Semenjak Pandemi

Bismillah

Melalui Covid-19, kita seakan dituntut untuk melakukan beberapa hal. Sesuatu yang dianggap tabu pada hari-hari kemarin kini menjadi kebiasaan, bahkan keharusan. Jika tidak melakukannya, ada beberapa resiko yang membayangi kita.

Beberapa hari terakir, tangan kita mungkin sudah terbiasa dengan sensasi dingin yang dirasakan setelah memakai hand sanitizer. Nafas kita mungkin sedikit terganggu karena harus menggunakan masker.

Beberapa pekerja terpaksa melakukan pekerjaannya di rumah. Berdiam diri di rumah dan memandangi laptop layaknya seorang pengangguran. Bahkan, ada yang benar-benar menjadi pengangguran disebabkan pemberhentian hubungan kerja. Semua ini adalah takdir yang telah ditentukan.

Kondisi ini juga menjadikan beberapa orang enggan untuk berpergian. Bahkan pemerintah kita sempat menerapkan kebijakan PSBB. Keputusan yang lebih berani diambil beberapa negara lain dengan menerapkan kebijakan lockdown.

Beberapa bulan sebelum tulisan ini dibuat, pemerintah sudah mengendorkan kebijakan PSBB. Beberapa tempat wisata juga telah dikabarkan buka. Semenjak itu, banyak orang yang langsung tancap gas. Tetapi tidak dengan saya.

Saat itu, saya (selanjutnya saya akan memanggil diri saya sebagai 'ane') masih ragu-ragu untuk berpergian. Sampai beberapa bulan setelahnya, ketika kondisi pandemi semakin parah, ketika pengidap Covid-19 semakin banyak, ane baru memberanikan diri untuk berpergian. Hahaha...

Beberapa yang 'Pertama' dalam Perjalanan Ini

Jum'at, 27 November 2020. Tanggal ini tercatat sebagai hari pertama bagi ane untuk melakukan perjalanan jauh, perjalanan yang membolehkan ane mengambil udzur sebagai seorang musafir. Ini perjalanan jauh pertama yang ane lakukan semenjak pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia.

  • Kota Pertama yang Dikunjungi

  • Yang ane maksud dengan 'kota pertama' adalah kota yang pertama ane kunjungi setelah menempuh perjalanan jauh. Karena dalam kesempatan lain ane sudah menjajakan kaki ke Kota Jakarta dan Kabupaten Bekasi yang hanya ditempuh dalam waktu beberapa menit dari rumah ane. Jadi, ane tidak menganggap itu sebagai 'kota pertama'.

    Gak tau, ini tiket berangkat atau tiket pulang

    Kali ini ane pergi bukan untuk ke tempat wisata dan menghabiskan waktu liburan, tetapi hanya untuk memenuhi undangan. Dan berdasarkan tiket di atas, kali ini ane akan bertolak ke Kota Bandung.

  • Hand Sanitizer Pertama yang Dibeli Semenjak Pandemi

  • Iya, ini pertama kali ane membeli hand sanitizer semenjak pandemi melanda. Pandemi telah berlalu selama beberapa bulan, ane baru sekali membeli hand sanitizer. ini adalah hand sanitizer pertama yang ane dapat setelah melakukan transaksi dengan orang lain.

    Penampakan hand sanitizer pertama yang ane beli

    Selama ini, ane hanya mencukupkan diri dengan menggunakan hand sanitizer yang disediakan gratis di beberapa tempat umum. Sedangkan di rumah, ane cuma menggunakan sabun untuk mencuci tangan setelah melakukan aktivitas di luar rumah.

Tidak banyak gambar yang ane ambil. Di kota itu, ane hanya menginap beberapa malam dan pulang kembali ke rumah. Berperian di tengah pandemi memang terasa bedanya. Alhamdulillah, penyakit viral itu tidak hinggap di tubuh ane setelah tiba di rumah.

Semoga Allah Ta'ala menjaga kita dan terus memberi kita petunjuk.

Komentar

  1. Alhamdulillah masih bisa jalan-jalan, yang penting tetap jaga kesehatan

    BalasHapus

Posting Komentar